50 Ribu Bayi Indonesia Lahir dengan Kelainan Jantung Setiap Tahun, Dokter Ingatkan Gejala yang Sering Terabaikan

Kelainan Jantung
50 Ribu Bayi Indonesia Lahir dengan Kelainan Jantung Setiap Tahun, Dokter Ingatkan Gejala yang Sering Terabaikan
banner 468x60

juhanonline.org, Jakarta — Di Indonesia, sekitar 50.000 bayi terlahir membawa penyakit jantung bawaan (PJB) saban tahunnya. Kendati demikian, gangguan kesehatan ini kerap kali tidak langsung terdeteksi di awal masa kelahiran. Tak sedikit bayi yang justru terlihat bugar dan normal pada minggu-minggu awal kehidupannya.

Dokter spesialis anak konsultan jantung anak, dr. Anisa Rahmadhany, menerangkan bahwa manifestasi gejala kelainan jantung bawaan sangat bervariasi. Hal ini amat bergantung pada tipe serta tingkat keparahan cacat jantung yang dialami.

Read More
banner 300x250

Sebagian bayi memang menunjukkan indikasi masalah jantung sejak momen pertama dilahirkan. Namun pada kasus lain, tanda-tanda klinis baru tampak seiring meningkatnya metabolisme dan kebutuhan tubuh anak yang kian tumbuh besar.

“Bayi juga mulai lebih aktif bergerak. Pada saat yang sama, perubahan sirkulasi alami setelah lahir mulai stabil sepenuhnya. Di fase inilah gejala dapat mulai terlihat,” papar dokter yang berpraktik di BraveHeart Cardiovascular Center, Brawijaya Hospital Saharjo Jakarta tersebut.

Kondisi tersebut membuat sejumlah sinyal awal sering kali keliru dianggap sebagai hal normal. Oleh sebab itu, dr. Anisa mengimbau para orang tua untuk lebih peka apabila menjumpai bayi yang terengah-engah saat menyusu, bernapas relatif cepat, atau mengalami hambatan pada kenaikan berat badan.

Mengapa Kelainan Jantung Bawaan Bisa Tersembunyi di Awal?

Penyakit jantung bawaan bukanlah sebuah penyakit tunggal, melainkan istilah payung untuk berbagai bentuk malformasi struktur organ jantung yang terjadi selama masa pembuahan di dalam kandungan. Jenisnya bervariasi, mulai dari kebocoran pada sekat jantung, kelainan fungsi katup, hingga kesalahan struktur atau posisi pembuluh darah utama.

Keberagaman bentuk kelainan ini menyebabkan gejala yang ditunjukkan tiap bayi tidak selalu sama. Ada bayi yang sejak awal mengalami sesak napas berat atau kebiruan pada area mukosa lidah. Di sisi lain, ada juga yang tampak sehat tanpa gejala mencolok saat baru lahir.

Menurut penjelasan dr. Anisa, hal ini dapat terjadi karena sistem sirkulasi darah bayi masih sanggup melakukan kompensasi sementara waktu. Begitu fisik anak berkembang dan tuntutan kebutuhan tubuh meningkat, barulah gejala kelainan jantung tersebut perlahan menyeruak ke permukaan.

Orang tua sangat disarankan untuk mewaspadai beberapa indikator fisik, antara lain:

  • Bayi tampak sangat lelah atau sering terhenti saat menyusu hanya untuk menghela napas.

  • Laju pernapasan yang lebih cepat dari batas normal.

  • Kenaikan berat badan anak yang cenderung stagnan atau sulit naik.

  • Munculnya rona kebiruan pada mukosa bibir maupun lidah.

Apabila menemukan anak mengalami kendala dalam bernapas atau tubuhnya tampak membiru, segera bawa sang buah hati ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan evaluasi medis mendalam.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60