juhanonline.org, Jakarta – Toni Kroos, yang pernah bermain untuk Real Madrid, membahas laga El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona yang digelar pada 26 Oktober 2026. Mantan gelandang Jerman itu melihat keberanian bermain dan cara taktik Jose Mourinho jadi kunci kemenangan Los Blancos atas rival lama mereka.
Bagi Kroos, hasil kali ini bukan cuma soal menang di pertandingan penting. Real Madrid disebut berhasil mengubah kecenderungan El Clasico yang dalam dua tahun sebelumnya lebih sering menguntungkan Barcelona. Hasil itu juga memangkas jarak kedua tim di klasemen LaLiga menjadi tiga poin, menurut artikel sumber.
Kroos memuji cara Mourinho menyiapkan tim. Baginya, Real Madrid tidak hanya mengandalkan intensitas, tetapi juga berusaha mengendalikan tempo sehingga Barcelona tidak leluasa menerapkan pola permainan yang biasa mereka gunakan.
Mourinho banyak dibahas soal penguasaan bola dalam strateginya.
Kroos bicara soal keyakinan Real Madrid saat mulai menyerang dari belakang. Jika tim melawan Barcelona yang sering menekan, pemain harus bermain tenang. Oper bola harus akurat.

Menurut Kroos, Barcelona asuhan Hansi Flick menghadapi kesulitan ketika tidak dapat mempertahankan penguasaan bola. Jadi, usaha Madrid mengatur tempo permainan membuat tekanan lawan jadi tidak terlalu efektif.
Keberanian tersebut juga terlihat dalam cara para pemain Madrid merespons perubahan situasi pertandingan. Kroos melihat lini depan bermain sangat baik, dan pertahanan juga tetap solid, bahkan ketika Barcelona sempat menyamakan skor.
Kroos bilang pertandingan di Camp Nou itu salah satu penampilan terbaik Real Madrid musim ini. Ia melihat adanya perubahan sikap dibandingkan beberapa pertemuan El Clasico sebelumnya, ketika Madrid dinilai tidak seberani kali ini.
Peran Dean Huijsen dan Pengaruhnya pada Persaingan LaLiga
Selain bicara tentang Mourinho, Kroos juga menyebut Dean Huijsen. Bek tengah asal Spanyol itu dianggap mampu menjaga ketenangan sekaligus memberikan tekanan yang membuat sejumlah pemain Barcelona tidak nyaman ketika menguasai bola.
Kroos menyoroti cara Huijsen menekan Fermin Lopez. Ia bilang, tekanan dari pertahanan Madrid membuat Pedri dan Raphinha sulit bermain lepas.
Penilaian itu bukan berarti Barcelona benar-benar kehilangan kendali atas pertandingan. Kroos tetap mengakui kualitas permainan lawan, tetapi menganggap Real Madrid lebih efektif memanfaatkan situasi saat tekanan Barcelona tidak berjalan sesuai rencana.
Kemenangan dalam El Clasico turut menghidupkan persaingan gelar LaLiga. Dengan selisih tiga poin sebagaimana disebutkan dalam artikel sumber, penampilan ini menjadi modal penting bagi tim asuhan Mourinho untuk mengejar posisi teratas klasemen.
Pujian Toni Kroos pada akhirnya menempatkan keberhasilan Madrid dalam konteks taktik: keberanian menguasai bola, disiplin saat bertahan, dan kontribusi individu pemain saling melengkapi. Itulah aspek yang ia nilai membedakan Real Madrid pada El Clasico kali ini.





